glebderujinsky – Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menegaskan bahwa penguatan strategi pengadaan Cadangan Beras Pemerintah menjadi prioritas utama menjaga swasembada pangan nasional. Kebijakan ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang menempatkan ketahanan pangan sebagai agenda strategis negara.
Rizal menyampaikan bahwa target penyerapan Cadangan Beras Pemerintah pada 2026 ditetapkan sebesar empat juta ton. Angka tersebut meningkat dibandingkan realisasi tahun 2025 yang mencapai tiga juta ton. Karena itu, Bulog menyiapkan perencanaan sejak dini agar target dapat dicapai secara optimal.
Ia menjelaskan bahwa peningkatan target pengadaan membutuhkan kesiapan menyeluruh dari seluruh jajaran Bulog. Perencanaan dilakukan lebih awal agar proses penyerapan beras berjalan konsisten sepanjang tahun tanpa terhambat waktu maupun kondisi lapangan. Pendekatan ini dinilai penting untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan nasional.
Pernyataan tersebut disampaikan Rizal dalam Rapat Kerja Nasional Bulog bertema Evaluasi Kinerja 2025 dan Rencana Kerja 2026 di Jakarta. Forum ini dihadiri seluruh pimpinan wilayah dan pimpinan cabang Bulog dari berbagai daerah. Rapat digelar selama dua hari sebagai sarana konsolidasi kebijakan dan penguatan koordinasi internal.
Menurut Rizal, rapat kerja nasional menjadi momentum strategis untuk menyamakan langkah menghadapi tantangan pangan pada 2026. Bulog memanfaatkan forum ini untuk mengevaluasi kinerja tahun berjalan sekaligus menyusun strategi operasional yang lebih adaptif terhadap dinamika produksi dan distribusi beras nasional.
Sebagai penutup, Bulog menegaskan komitmennya mendukung kebijakan swasembada pangan pemerintah melalui penguatan cadangan beras. Dengan perencanaan lebih dini dan koordinasi nasional yang solid, Bulog optimistis target empat juta ton Cadangan Beras Pemerintah pada 2026 dapat tercapai dan berkontribusi pada ketahanan pangan berkelanjutan.
“Baca Juga : iPhone Diprediksi Gunakan Kamera 200 MP Mulai 2028”
Bulog Dorong Kolaborasi Pentahelix Jaga Keberlanjutan Swasembada Pangan
Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menegaskan pihaknya menindaklanjuti arahan Presiden Prabowo Subianto serta Menteri Pertanian selaku Kepala Badan Pangan Nasional. Arahan tersebut disampaikan menyusul keberhasilan Indonesia mencapai swasembada pangan yang mendapat apresiasi luas dari berbagai pemangku kepentingan.
Rizal menjelaskan bahwa keberhasilan tersebut tidak berdiri sendiri, melainkan hasil kerja kolektif lintas sektor. Bulog menempatkan kolaborasi pentahelix sebagai strategi utama dalam menjaga keberlanjutan swasembada pangan nasional. Pendekatan ini melibatkan pemerintah pusat dan daerah, pelaku usaha swasta, akademisi, komunitas, serta petani sebagai aktor kunci di lapangan.
Menurut Rizal, Bulog berperan sebagai simpul koordinasi dalam ekosistem pangan nasional. Perusahaan negara tersebut memastikan penyerapan, pengelolaan, dan distribusi beras berjalan seimbang dengan dukungan seluruh pemangku kepentingan. Sinergi ini dinilai penting untuk menjaga stabilitas pasokan, harga, dan cadangan pangan pemerintah.
Ia menegaskan bahwa peran petani menjadi fondasi utama dalam rantai pangan nasional. Karena itu, Bulog terus memperkuat kemitraan langsung dengan petani melalui penyerapan hasil panen dan dukungan distribusi. Langkah ini bertujuan memastikan hasil produksi terserap optimal sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.
“Bulog tidak bekerja sendiri. Kami didukung seluruh pemangku kepentingan, baik pemerintah, swasta, maupun para petani di seluruh Indonesia,” ujar Rizal. Pernyataan tersebut menegaskan pentingnya kerja bersama dalam menjaga capaian swasembada pangan.
Sebagai penutup, Bulog menilai kolaborasi pentahelix menjadi kunci menjaga keberlanjutan swasembada pangan di tengah tantangan iklim, ekonomi, dan dinamika global. Dengan sinergi yang konsisten, pemerintah optimistis ketahanan pangan nasional dapat terus diperkuat secara berkelanjutan.
Bulog Gandeng TNI-Polri Dan PPL Perkuat Penyerapan Beras Nasional
Perum Bulog menegaskan bahwa penguatan penyerapan cadangan beras pemerintah tidak hanya mengandalkan kolaborasi lintas sektor, tetapi juga kerja langsung bersama aparat di lapangan. Sinergi dengan Tentara Nasional Indonesia, Kepolisian Negara Republik Indonesia, Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta penyuluh pertanian lapangan (PPL) menjadi strategi penting untuk memastikan target penyerapan beras nasional tercapai.
Direktur Utama Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menjelaskan bahwa dukungan aparat dan penyuluh sangat krusial dalam proses penyerapan di tingkat daerah. Kehadiran Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan PPL membantu memperlancar komunikasi dengan petani, memetakan potensi panen, serta menjaga kelancaran distribusi logistik dari sentra produksi ke gudang Bulog.
Menurut Rizal, tanpa dukungan tiga unsur tersebut, tim Bulog di lapangan akan menghadapi hambatan besar dalam menyerap hasil panen secara optimal. Aparat TNI dan Polri berperan menjaga keamanan, ketertiban, serta kelancaran distribusi. Sementara itu, PPL berperan mendampingi petani sejak masa tanam hingga panen, sehingga data produksi lebih akurat dan penyerapan dapat dilakukan tepat waktu.
“Tanpa TNI-Polri dan PPL, rekan-rekan di lapangan akan kesulitan menyerap hasil panen. Peran tiga institusi ini sangat luar biasa untuk mendukung target penyerapan empat juta ton,” ujar Rizal. Pernyataan tersebut menegaskan pentingnya sinergi lintas institusi dalam menjaga ketahanan pangan nasional.
Bulog menilai kerja bersama ini juga berdampak pada peningkatan kepercayaan petani terhadap program pemerintah. Dengan pendampingan langsung dan kehadiran aparat di lapangan, proses serapan menjadi lebih transparan, terkoordinasi, dan minim hambatan teknis.
Sebagai penutup, Bulog menegaskan bahwa sinergi dengan TNI-Polri dan PPL akan terus diperkuat sepanjang 2026. Langkah ini diharapkan mampu menjaga keberlanjutan swasembada pangan, mempercepat penyerapan cadangan beras pemerintah, serta memastikan distribusi pangan berjalan aman dan merata di seluruh wilayah Indonesia.
“Baca Juga : X Batasi Fitur Gambar Grok untuk Pelanggan Berbayar”



