- glebderujinsky – PT Pertamina Patra Niaga memperkuat distribusi energi nasional melalui penerapan standar keselamatan ketat. Perusahaan menggunakan standar Ship Inspection Report Programme (SIRE) dan Tanker Management and Self Assessment (TMSA). Kedua standar ini menjadi fondasi operasional kapal yang aman dan terkendali. Praktik terbaik industri maritim dunia menjadi acuan utama.
Direktur Armada Logistik Pertamina Patra Niaga Arif Yunianto menyampaikan hal ini di Jakarta, Kamis. “Bagi kami, keselamatan dan kepatuhan bukan sekadar pemenuhan regulasi,” ujar Arif. Hal ini menjadi bagian dari strategi menjaga distribusi energi tetap andal. Dengan standar global seperti SIRE dan TMSA, setiap armada beroperasi dengan tingkat keamanan tinggi. Penguatan implementasi HSSE juga menjadi prioritas.
Peran armada Pertamina Patra Niaga sangat krusial dalam menjaga pasokan energi. Wilayah kepulauan dan daerah terdepan menjadi fokus distribusi. Konsistensi penerapan standar global menjadi kunci kelancaran pasokan. Arif menekankan pentingnya kepatuhan terhadap standar industri internasional.
Standar SIRE membantu memastikan setiap kapal layak berlayar sebelum beroperasi. TMSA menjadi alat evaluasi mandiri manajemen keselamatan kapal. Kedua standar ini diakui secara global oleh industri perminyakan. Pertamina Patra Niaga berkomitmen menerapkannya secara konsisten.
Dengan standar tinggi, distribusi energi ke seluruh Indonesia tetap lancar. Masyarakat di kawasan terpencil pun mendapat pasokan BBM tepat waktu. Keselamatan operasional menjadi prioritas utama tanpa kompromi. Pertamina Patra Niaga terus memperkuat implementasi HSSE di semua lini. Langkah ini memastikan energi nasional tetap aman dan andal.
“Baca Juga : Kemenhut-AFoCO Dorong Proyek Karbon dan Perhutanan Sosial“
Pertamina Patra Niaga Perkuat Pengawasan Armada dengan Inspeksi Berkala dan Teknologi Real-Time
PT Pertamina Patra Niaga menjalankan setiap operasi dengan pengawasan ketat dan standar keselamatan terukur. Langkah ini meminimalkan potensi risiko di laut. Direktur Armada Logistik Arif Yunianto menyampaikan hal itu di Jakarta, Kamis. Selain aspek operasional, kesiapan sumber daya manusia juga menjadi perhatian utama. Seluruh awak kapal dibekali pelatihan dan sertifikasi sesuai regulasi nasional dan internasional.
Pelatihan mencakup keselamatan kerja, penanganan kondisi darurat, hingga perlindungan lingkungan. Setiap personel memiliki kompetensi dan respons tepat dalam menghadapi dinamika operasional di laut. Arif menegaskan bahwa kesiapan SDM menjadi fondasi penting. Awak kapal yang terlatih mengurangi risiko kecelakaan dan pencemaran lingkungan.
Dalam praktiknya, Pertamina Patra Niaga memperkuat sistem pengawasan melalui inspeksi berkala. Perusahaan juga melakukan audit internal dan eksternal secara rutin. Pemanfaatan teknologi monitoring real-time meningkatkan visibilitas operasional armada. Pengendalian operasional menjadi lebih efektif dengan data yang akurat.
Standar global seperti SIRE dan TMSA terus diterapkan secara konsisten. Kedua standar ini memastikan setiap kapal layak beroperasi sebelum berlayar. Pertamina Patra Niaga berkomitmen menjaga keselamatan dan kepatuhan di seluruh lini. Peran armada sangat krusial dalam memastikan energi tetap tersedia. Wilayah kepulauan dan daerah terdepan menjadi prioritas distribusi.
Dengan penguatan sistem pengawasan, distribusi energi nasional semakin andal. Masyarakat di seluruh Indonesia mendapat pasokan BBM tepat waktu. Keselamatan operasional menjadi prioritas utama tanpa kompromi. Pertamina Patra Niaga terus berinovasi dalam menjaga keandalan distribusi energi. Langkah ini mendukung ketahanan energi nasional secara berkelanjutan.
Pertamina Patra Niaga Terapkan ISM Code dan OCIMF, Perkuat Budaya Keselamatan Armada
PT Pertamina Patra Niaga menerapkan pendekatan terpadu untuk meningkatkan efisiensi dan keselamatan armada. Implementasi standar internasional seperti International Safety Management (ISM) Code menjadi bagian dari sistem yang dijalankan. Perusahaan juga mengikuti pedoman dari Oil Companies International Marine Forum (OCIMF). Direktur Armada Logistik Arif Yunianto menyampaikan hal ini di Jakarta, Kamis.
Standar SIRE memastikan kapal memenuhi inspeksi global yang ketat sebelum berlayar. TMSA mendorong peningkatan berkelanjutan melalui manajemen risiko terstruktur. Kedua standar ini menjadi fondasi operasional kapal yang aman dan andal. Pertamina Patra Niaga juga membangun budaya keselamatan di seluruh lini organisasi. Sosialisasi dan kampanye internal rutin digelar untuk memperkuat disiplin operasional.
Sinergi dengan regulator, otoritas pelabuhan, dan mitra operasional terus diperkuat. Kolaborasi ini memastikan distribusi energi berjalan lancar, aman, dan berkelanjutan. Arif menegaskan komitmen perusahaan untuk terus memperkuat standar keselamatan. Peningkatan kapabilitas sumber daya manusia menjadi prioritas utama. Teknologi juga dioptimalkan untuk mendukung pengawasan armada secara real-time.
“Ke depan, kami akan terus memperkuat standar keselamatan, meningkatkan kapabilitas SDM serta mengoptimalkan teknologi,” ucap Arif. Semua langkah ini bertujuan menjaga distribusi energi nasional tetap terjaga. Kepercayaan masyarakat menjadi fokus utama dalam setiap kebijakan. Pertamina Patra Niaga berkomitmen menjalankan operasi dengan tingkat keamanan tinggi.
Pendekatan ini tidak hanya meningkatkan efisiensi, tetapi juga memperkuat keselamatan secara menyeluruh. Seluruh awak kapal dibekali pelatihan dan sertifikasi sesuai regulasi. Inspeksi berkala, audit internal dan eksternal terus dilakukan secara konsisten. Dengan sinergi yang kuat, distribusi energi ke seluruh wilayah Indonesia semakin andal. Masyarakat di kawasan kepulauan dan daerah terdepan pun mendapat pasokan tepat waktu.
“Baca Juga : Konsep Health & Ecotourism Dorong Pertumbuhan Ekonomi“



