Teknologi Gamifikasi Jadi Media Promosi Produk Kreatif dan Wisata RI

•

Teknologi Gamifikasi Buka Peluang Promosi Wisata dan Produk Kreatif RI

Teknologi gamifikasi mulai dilirik sebagai sarana promosi yang dapat menghubungkan pengalaman digital dengan aktivitas wisata dan ekonomi kreatif di dunia nyata.

Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar menilai pendekatan tersebut berpotensi memperkenalkan destinasi wisata, budaya, serta produk kreatif Indonesia melalui pengalaman digital yang lebih interaktif.

Kementerian Ekonomi Kreatif (Ekraf) pun mendukung pengembangan konsep tersebut melalui kolaborasi dengan pengembang gim dari berbagai negara.

Gamifikasi Hubungkan Pengalaman Digital dengan Destinasi Indonesia

Irene mengatakan gamifikasi tidak sekadar menghadirkan aktivitas bermain melalui perangkat digital. Teknologi tersebut juga dapat mengarahkan pengguna untuk berinteraksi langsung dengan destinasi, kegiatan, dan produk kreatif di berbagai daerah.

baca juga: Harga Perak Antam Hari Ini 8 Agustus 2026 Melambung Rp 1.300

Menurut Irene, pola promosi seperti ini membuka cara baru untuk memperkenalkan kekayaan Indonesia kepada masyarakat global.

“Konsep ini menarik karena tidak hanya menghadirkan pengalaman bermain, tetapi juga mengajak pengguna berinteraksi langsung dengan destinasi, kegiatan, dan potensi kreatif yang dimiliki Indonesia,” ujar Irene dalam keterangan di Jakarta, Sabtu.

Konsep tersebut memungkinkan pengguna mengeksplorasi destinasi, mengikuti berbagai aktivitas, serta mengenal produk kreatif melalui pengalaman yang lebih partisipatif.

Pendekatan ini juga dapat memperluas pola promosi pariwisata. Promosi tidak hanya mengandalkan informasi visual, tetapi mendorong pengguna melakukan aktivitas tertentu untuk memperoleh pengalaman yang lebih mendalam.

Digital Lab Tawarkan Gim dengan Misi dan Digital Stamp

Peluang tersebut dibahas Kementerian Ekraf bersama Manna Indonesia Group dan Digital Lab, pengembang gim asal Rusia.

Digital Lab menawarkan konsep gim yang menggabungkan eksplorasi destinasi dengan sejumlah aktivitas digital. Pengguna dapat menyelesaikan misi, mengumpulkan digital stamp, serta memanfaatkan layanan dan produk lokal selama bermain.

Konsep tersebut menempatkan destinasi dan produk lokal sebagai bagian dari pengalaman permainan. Dengan demikian, aktivitas digital dapat diarahkan untuk mendorong interaksi dengan ekosistem pariwisata dan ekonomi kreatif.

Owner & CEO Digital Lab Rusia Anton Kuchin mengatakan Indonesia menjadi salah satu negara prioritas di Asia Tenggara.

Ia menilai Indonesia memiliki pasar digital yang besar dan ekosistem ekonomi kreatif yang terus berkembang.

“Indonesia memiliki potensi besar untuk pengembangan proyek ini, baik dari sisi pasar digital maupun ekosistem industri kreatifnya,” kata Anton.

Menurut Anton, platform tersebut juga dapat membuka peluang kemitraan dengan pelaku industri, komunitas, dan mitra bisnis.

Kementerian Ekraf Siapkan Kolaborasi dengan Pelaku Kreatif

Kementerian Ekraf membuka peluang sinergi dengan kementerian, lembaga, dan mitra strategis untuk mendukung pengembangan konsep gamifikasi tersebut.

Kementerian juga siap memfasilitasi koneksi dengan talenta kreatif, pengembang gim, studio, komunitas, hingga pelaku UMKM.

Langkah tersebut bertujuan memadukan teknologi dan model bisnis yang telah dikembangkan dengan kekayaan konten kreatif Indonesia.

Kolaborasi lintas sektor menjadi penting karena keberhasilan promosi berbasis gamifikasi tidak hanya bergantung pada teknologi. Konten lokal, daya tarik destinasi, kesiapan pelaku usaha, dan pengalaman pengguna turut menentukan efektivitasnya.

Gamifikasi Berpotensi Perluas Ekosistem Ekonomi Kreatif

Irene menilai sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan dapat memperluas manfaat bagi pelaku industri kreatif.

Audiensi tersebut turut membahas peluang pengembangan ekosistem gim yang menghubungkan teknologi dengan promosi destinasi, budaya, dan produk ekonomi kreatif Indonesia.

Pertemuan Kementerian Ekraf, Manna Indonesia Group, dan Digital Lab Rusia menjadi langkah awal untuk mengeksplorasi konsep gim berbasis gamifikasi sesuai kewenangan masing-masing pihak.

Ke depan, pengembangan teknologi tersebut dapat menjadi alternatif promosi yang menggabungkan hiburan, eksplorasi, dan aktivitas ekonomi. Jika dikembangkan dengan konten lokal yang kuat, gamifikasi berpeluang membantu destinasi dan produk kreatif Indonesia menjangkau audiens yang lebih luas.

baca juga: Baznas luncurkan program pendidikan digital berbasis gim edukasi

game perubahan gaya bermain pemain di era multiplayer modern