Anggota DPR: Keselamatan Warga Prioritas Usai Bencana Solok

•

Keselamatan Warga Jadi Prioritas Penanganan Banjir Bandang Solok

Anggota Komisi VII DPR RI Athari Gauthi Ardi meminta keselamatan warga menjadi prioritas utama dalam penanganan banjir bandang di Solok, Sumatera Barat. Ia menilai proses tanggap darurat tidak boleh hanya berfokus pada pembersihan material dan pemulihan infrastruktur.

Athari menegaskan pemerintah dan seluruh unsur penanganan bencana perlu memastikan warga terdampak memperoleh evakuasi, pertolongan, serta kebutuhan dasar secara cepat. Kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan perempuan juga membutuhkan perhatian khusus.

Evakuasi dan Kebutuhan Dasar Warga Harus Didahulukan

Menurut Athari, petugas perlu memastikan tidak ada warga yang masih berada dalam kondisi berbahaya setelah bencana banjir bandang. Penyisiran wilayah terdampak menjadi salah satu langkah penting untuk menemukan warga yang membutuhkan pertolongan.

“Jangan sampai kita terlambat bertindak ketika warga masih menghadapi ancaman. Evakuasi, pertolongan, dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat harus menjadi prioritas bersama,” kata Athari di Jakarta, Selasa.

Legislator dari Daerah Pemilihan Sumatera Barat I itu juga menyampaikan keprihatinan atas bencana yang melanda wilayah tersebut. Ia mengingatkan bahwa kerusakan infrastruktur masih dapat diperbaiki, sedangkan keselamatan manusia tidak dapat digantikan.

“Infrastruktur bisa kita bangun kembali, kantor bisa diperbaiki, jalan bisa dibersihkan. Tetapi keselamatan dan nyawa manusia tidak bisa digantikan,” ujarnya.

Pemerintah Diminta Perkuat Koordinasi di Lapangan

Athari meminta pemerintah daerah memperkuat koordinasi dengan BPBD, TNI, Polri, Basarnas, relawan, dan unsur terkait lainnya. Koordinasi tersebut diperlukan untuk mempercepat penanganan sekaligus memastikan seluruh wilayah terdampak mendapatkan perhatian.

baca juga: Cegah Penyelundupan, Prabowo Minta Bea Cukai Perketat Perbatasan dan Pesisir

Ia juga mengingatkan petugas agar tidak menganggap situasi sepenuhnya aman ketika air mulai surut. Kondisi tersebut tetap membutuhkan kewaspadaan karena potensi banjir bandang dan longsor susulan masih dapat terjadi.

Masyarakat yang tinggal di wilayah rawan, kata Athari, perlu memperoleh informasi yang jelas mengenai kondisi lingkungan dan langkah keselamatan. Petugas juga harus mengarahkan warga menuju lokasi yang benar-benar aman apabila terdapat potensi bencana susulan.

Pemulihan Warga Berlanjut Setelah Masa Evakuasi

Penanganan bencana tidak berhenti setelah proses evakuasi selesai. Athari menilai pemerintah perlu memastikan kebutuhan masyarakat terpenuhi selama masa pemulihan.

Kebutuhan tersebut mencakup pemulihan rumah warga, fasilitas umum, akses jalan, serta keberlangsungan aktivitas masyarakat. Langkah tersebut penting agar warga terdampak dapat kembali menjalankan kehidupan secara bertahap.

“Setelah fase evakuasi selesai, kita harus memastikan kebutuhan warga, pemulihan rumah, fasilitas umum, akses jalan, hingga pemulihan kehidupan masyarakat juga mendapat perhatian,” kata Athari.

Ia memastikan akan terus memantau perkembangan penanganan bencana dan berkoordinasi dengan pihak terkait. Langkah tersebut dilakukan agar kebutuhan masyarakat terdampak dapat segera ditindaklanjuti.

Bencana Solok Jadi Momentum Perkuat Mitigasi

Athari juga mendorong penguatan sistem mitigasi dan kesiapsiagaan bencana di Sumatera Barat. Menurut dia, wilayah tersebut memiliki kerentanan terhadap bencana hidrometeorologi seperti banjir bandang dan longsor.

Karena itu, pemerintah perlu memetakan titik-titik rawan secara berkala. Sistem peringatan dini juga harus berfungsi dan mampu menyampaikan informasi kepada masyarakat secara cepat.

“Mitigasi harus diperkuat, titik-titik rawan harus dipetakan, sistem peringatan dini harus berjalan, dan masyarakat harus mendapatkan edukasi yang memadai,” katanya.

Penguatan mitigasi dapat menjadi bagian penting dari evaluasi setelah bencana. Selain mempercepat respons ketika bencana terjadi, kesiapsiagaan yang baik membantu masyarakat memahami risiko dan tindakan yang perlu dilakukan saat kondisi darurat.

baca juga: BMKG: Hujan lebat, 99 mm dalam semalam picu banjir bandang di Solok

game perubahan gaya bermain pemain di era multiplayer modern