Listrik Aceh Tengah Nyala Lagi Pascabencana, Belum Optimal

Listrik Aceh Tengah Nyala Lagi Pascabencana, Belum Optimal

•

glebderujinsky.com – Listrik akhirnya menyala kembali di sebagian wilayah Kabupaten Aceh Tengah. Ini adalah kabar baik setelah daerah tersebut mengalami pemadaman total selama 13 hari. Pemadaman dipicu oleh bencana banjir dan tanah longsor yang merusak infrastruktur vital. Walaupun sudah menyala, ketersediaan daya listrik dilaporkan belum berjalan optimal. Pemulihan ini menandai langkah awal penting bagi warga setempat.

Baca Juga : Presiden Tegas: Bencana Harus Bebas Penyelewengan

Warga Bersyukur, Listrik Menyala Tidak Menentu Pasca Bencana

Warga Aceh Tengah menyambut positif penyalaan ini. Seorang warga, Dimas, mengonfirmasi listrik mulai menyala pada Senin malam, 8 Desember. Namun, ia mencatat bahwa kondisinya masih belum maksimal. “Alhamdulillah listrik mulai menyala kemarin malam. Tapi sepertinya belum optimal,” ujar Dimas. Kondisi ini terlihat dari pola menyalanya listrik yang tidak menentu. Listrik sempat menyala malam hari, kemudian padam lagi hingga Selasa sore. Pola serupa berlanjut: menyala sore hingga malam, lalu padam lagi tengah malam hingga Rabu sore. Meskipun belum stabil, listrik yang menyala memungkinkan warga melakukan kegiatan mendasar. Mereka kini dapat memasak nasi menggunakan rice cooker dan mengambil air bersih dari sumur bor. Selain itu, masalah penerangan darurat di malam hari, terutama bagi keluarga dengan anak kecil, kini sedikit teratasi. Warga juga memanfaatkan waktu nyala listrik untuk mengisi baterai ponsel sebagai penerangan cadangan.

Kerusakan Infrastruktur PLN Mencapai 40 Persen di Aceh Tengah

Pemulihan yang belum sempurna ini dikonfirmasi oleh pihak berwenang. Kepala PLN Takengon, Muhammad Furqan, menyatakan pemulihan memang belum sepenuhnya berjalan normal. Ia mengungkapkan besaran kerusakan infrastruktur kelistrikan. “Untuk Aceh Tengah 40 persen kerusakan,” jelas M. Furqan. Data ini memberikan konteks mengapa pasokan daya masih terputus-putus. Menurutnya, pemulihan listrik secara menyeluruh di Aceh Tengah sangat bergantung pada perbaikan struktural yang lebih besar. Prioritas utama adalah perbaikan menara SUTET (Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi). Menara tersebut terletak di jalur Bireuen-Takengon dan merupakan jalur transmisi utama. Perbaikan SUTET ini krusial untuk memastikan pasokan daya dapat kembali stabil.

Status Tanggap Darurat Bencana Aceh Diperpanjang: Hampir 2 Juta Jiwa Terdampak dan Kerugian Besar

Gubernur Aceh, Muzakir Manaf (Mualem), resmi memperpanjang status keadaan tanggap darurat. Perpanjangan status bencana hidrometeorologi ini berlaku untuk dua pekan ke depan. Keputusan ini diambil karena kondisi bencana masih memerlukan penanganan intensif. Bencana ini meliputi banjir dan tanah longsor yang melanda luas wilayah Aceh. Dampak bencana ini sangat masif dan memerlukan upaya penanganan terpadu.

Baca Juga : TNI Terjang 20 Longsor Sumut Demi Salurkan Logistik

game perubahan gaya bermain pemain di era multiplayer modern