Suyudi Ungkap Terima Informasi Penunjukan sebagai Kapolri pada Kamis Pagi
Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto mengungkapkan bahwa dirinya baru menerima informasi mengenai penunjukannya sebagai Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) oleh Presiden Prabowo Subianto pada Kamis pagi. Meski memiliki waktu persiapan terbatas, Suyudi langsung mempersiapkan diri untuk menjalani uji kepatutan dan kelayakan di DPR RI sebelum dilantik pada Kamis sore.
Presiden Prabowo melantik Suyudi sebagai Kapolri di Istana Negara, Jakarta, Kamis. Pelantikan tersebut berlangsung setelah Komisi III DPR RI menyetujui pencalonannya secara aklamasi pada siang hari.
Persetujuan tersebut kemudian diperkuat melalui Rapat Paripurna Ke-8 Masa Persidangan I Tahun Sidang 2026–2027 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.
Suyudi Langsung Menyiapkan Diri untuk Uji Kepatutan dan Kelayakan
Suyudi menjelaskan bahwa informasi mengenai penunjukannya sebagai calon Kapolri baru diterima pada Kamis pagi melalui seorang pimpinan di lingkungan Istana. Namun, dia tidak mengungkapkan identitas maupun jabatan pejabat yang menyampaikan informasi tersebut.
Setelah menerima kabar itu, Suyudi segera mempersiapkan materi untuk menjalani uji kepatutan dan kelayakan (fit and proper test) di Komisi III DPR RI.
“Kami baru mendapatkan informasi tadi pagi sehingga kami langsung mempersiapkan diri untuk melaksanakan paparan proper test ya,” kata Suyudi kepada wartawan seusai pelantikan di Istana Negara, Jakarta, Kamis.
Dia mengakui waktu persiapan yang tersedia cukup terbatas. Meski demikian, Suyudi menyebut dirinya telah memiliki sejumlah konsep yang kemudian dimatangkan kembali sebelum dipaparkan kepada anggota Komisi III DPR RI.
baca juga: Saksi Ungkap Ada Apartemen Khusus untuk Kumpulkan Fee Percepatan Haji
“Kami sudah punya konsep-konsep ya, tentunya tadi dengan waktu yang terbatas, kami matangkan kembali,” ujarnya.
Uji kepatutan dan kelayakan tersebut berlangsung sekitar 30 menit. Setelah mendengarkan pemaparan Suyudi, Komisi III DPR RI menyetujui pencalonannya sebagai Kapolri secara aklamasi.
Suyudi Belum Mengetahui Pencalonannya Saat Mengikuti Rapat dengan Prabowo
Suyudi juga mengungkapkan bahwa dirinya belum menerima informasi mengenai pencalonannya sebagai Kapolri ketika mengikuti rapat terbatas bersama Presiden Prabowo pada Selasa (29/9).
Saat itu, Suyudi masih menjabat sebagai Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) RI. Rapat tersebut membahas sejumlah persoalan terkait penanganan narkotika, termasuk rehabilitasi pengguna, edukasi, dan peredaran narkotika di lembaga pemasyarakatan.
Pertemuan tersebut turut dihadiri sejumlah pejabat negara dan pimpinan DPR RI. Di antaranya Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, serta Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.
Hadir pula Menteri Hukum Supratman Andi Agtas, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi Brian Yuliarto, serta Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Arif Satria.
Menurut Suyudi, pembahasan dalam rapat tersebut berfokus pada upaya rehabilitasi pengguna narkotika dan edukasi sebagai bagian dari penanganan masalah narkoba.
Penanganan Narkotika Menjadi Salah Satu Isu yang Dibahas
Dalam penjelasannya, Suyudi menyebut rapat bersama Presiden Prabowo turut membahas persoalan kelebihan kapasitas lembaga pemasyarakatan atau overcapacity. Pertemuan itu juga menyoroti peredaran narkotika yang masih terjadi di dalam lapas.
Pembahasan tersebut relevan dengan tugas BNN dalam upaya pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan serta peredaran gelap narkotika. Rehabilitasi juga menjadi salah satu pendekatan untuk menangani pengguna narkotika, selain penegakan hukum terhadap pelaku peredaran gelap.
Pengalaman Suyudi sebagai Kepala BNN menjadi bagian dari latar belakang penugasannya sebelum menjabat sebagai Kapolri. Namun, prioritas dan kebijakan kepolisian di bawah kepemimpinannya tetap perlu merujuk pada program resmi yang nantinya disampaikan.
Pelantikan Menandai Dimulainya Kepemimpinan Suyudi di Polri
Rangkaian penunjukan, persetujuan DPR RI, dan pelantikan pada Kamis menandai dimulainya masa jabatan Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri.
Proses tersebut melibatkan persetujuan Komisi III DPR RI dan pengesahan melalui rapat paripurna sebelum Presiden Prabowo melantiknya di Istana Negara.
Suyudi sebelumnya mengikuti rapat terbatas bersama Presiden dalam kapasitasnya sebagai Kepala BNN. Dia menyatakan baru mengetahui informasi pencalonannya sebagai Kapolri pada Kamis pagi, beberapa jam sebelum menjalani uji kepatutan dan kelayakan.
Ke depan, kepemimpinan Suyudi akan menjadi perhatian publik, terutama terkait arah kebijakan Polri, penegakan hukum, serta koordinasi pemberantasan narkotika dengan BNN dan lembaga terkait.
baca juga: GMNI Banten berharap Suyudi bawa semangat baru di Polri



