Google Bayar Rp 193 Miliar untuk Pemburu "Kutu" Keamanan
glebderujinsky.com – Google Bayar Rp 193 Miliar untuk 660 bug hunter pada tahun 2024, Dana ini dibayarkan melalui program Vulnerability Reward Program (VRP), yang sudah dijalankan sejak 2010. Bug hunter adalah individu atau kelompok yang mencari dan melaporkan kerentan keamanan dalam sistem perangkat lunak, aplikasi, atau perangkat keras, khususnya yang ada dalam ekosistem Google.
“Baca juga : Celine Evangelista Menangis Haru Saat Cium Ka’bah di Umrah”
Tahun 2024 ini, rata-rata imbalan yang diterima oleh bug hunter adalah sekitar 18.000 dolar AS atau Rp 295,4 juta. Namun, jumlah tersebut bukan angka pasti. Beberapa peneliti berhasil memperoleh lebih banyak dari itu, sementara yang lainnya mendapatkan lebih sedikit.
Dalam laporan Google, tercatat bahwa pada 2024, hadiah tertinggi yang diberikan untuk satu laporan bug mencapai 110.000 dolar AS atau sekitar Rp 1,8 miliar. Hadiah ini diberikan kepada individu atau tim yang berhasil menemukan kerentanan yang sangat penting, meskipun Google tidak mempublikasikan detail mengenai bug atau aplikasi yang terpengaruh.
VRP terus berkembang dan menawarkan pembayaran lebih tinggi bagi pemburu bug.
Di tahun 2024, sekitar 3,3 juta dolar AS (sekitar Rp 51,5 miliar) diberikan kepada bug hunter yang melaporkan celah di Android dan Google Devices. Hal ini menandakan bahwa meskipun lebih sedikit celah ditemukan, kerentanannya jauh lebih serius.
Untuk Chrome, Google menerima 337 laporan unik, dan 137 di antaranya memenuhi syarat untuk hadiah. Total pembayaran untuk laporan tersebut mencapai 3,4 juta dolar AS (sekitar Rp 53,1 miliar). Google juga menambahkan kategori baru untuk bug bounty terkait kecerdasan buatan (AI), meskipun total pembayaran pada kategori ini masih relatif kecil, hanya 55.000 dolar AS (sekitar Rp 859 juta).
Google juga mengungkapkan rencananya untuk merayakan ulang tahun ke-15 program VRP pada 2025. Meskipun belum ada pengumuman mengenai perubahan dalam program ini, Google berharap dapat terus meningkatkan kerjasama dengan komunitas bug hunter.
“Baca juga : 134 Ribu Orang di Indonesia Cuci Darah 2024 karena Gagal Ginjal”
Google menutup laporannya dengan ucapan terima kasih kepada semua bug hunter yang membantu memperkuat keamanan ekosistem Google. Google mengajak peneliti yang belum terlibat untuk bergabung dan terus membantu menjaga keamanan produk Google.
glebderujinsky.com - Cek Skor Kredit secara mandiri melalui platform digital. SLIK OJK menyediakan informasi lengkap…
glebderujinsky.com - Jet tempur generasi keenam adalah proyek yang sedang dikembangkan AS dan China. F-47…
glebderujinsky.com - CEO Nvidia akui kekuatan Huawei sebagai pesaing berat. Jensen Huang CEO perusahaan China…
glebderujinsky.com - siMontok dan siSemok salah satu dari beberapa aplikasi pemerintah baru-baru ini menjadi viral…
glebderujinsky.com - Daya 2.200 Watt motor listrik bergaya Vespa yang diusung oleh pabrikan Viar yang…
glebderujinsky.com - Samsung Galaxy Tab Tab S9 FE+ dan Xiaomi Pad 7 Pro merupakan dua…